Dukung Program Ketahanan Pangan, Koppsa M Lakukan Panen Perdana Jagung Pipil

Berita, Kampar146 Views

Siak Hulu (Rhi) – Koperasi Petani Sawit Sejahtera Makmur (Koppsa M) melakukan panen perdana jagung pipil di lahan seluas 3 hektar di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Selasa (1/9/2026). Dengan mengoptimalkan lahan replanting sawit, hasil panen ditampung oleh Perum Bulog.

Ketua Koppsa M, Nusirwan, mengatakan, saat ini terdapat 38 hektar lahan replanting sawit milik Koppsa M berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Dari lahan itu, sekitar 10 hektare akan disiapkan untuk ditanami jagung pipil.

“Panen perdana ini belum memberikan hasil maksimal karena ada beberapa kendala. Seperti ketersediaanya air akibat musim kemarau ekstrem, persiapan lahan, penanaman hingga perawatan yang belum maksimal,” terang Nusirwan.

Kendati begitu, Koppsa M memastikan bahwasa program penanaman jagung akan tetap dilanjutkan dengan melakukan upaya perbaikan ke depan. Salah satunya memperbaiki teknik pengolahan lahan dan ketersediaan air.

Menurut Nusirwan, Koppsa M juga akan melakukan pembajakan lahan ini secara berulang dua hingga tiga kali. Langkah ini dilakukan agar terbentuk bedeng yang lebih baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman jagung.

Selain jagung, lanjut Nusirwan, Koppsa M juga menggandeng empat Kelompok Tani (Koptan) untuk mengembangkan tanaman hortikultura dengan sistem bagi hasil. Tanaman yang disiapkan antara lain gambas, melon dan semangka.

Nusirwan meminta pekerja Koppsa M dan Koptan agar dapat membangun kerja sama dalam pengelolaan lahan. Dia menilai sinergi tersebut penting agar produktivitas lahan serta pendapatan petani meningkat.

“Mari kita saling bersinergi dengan petani hortikultura. Kita berharao keamanan dan keselamatan alat-alat pertanian, bahan-bahan pertanian menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial ini, mengapresiasi keterlibatan Koppsa M dalam hal mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Kapolsek menjelaskan panen perdana tersebut harus menjadi pemicu untuk melanjutkan penanaman jagung dengan pengelolaan yang jadi lebih baik. Dalam panen perdana ini, ada sekitar tiga hektar jagung yang dipanen dengan estimasi hasil sekitar 4 ton per hektare.

Iib Nursaleh, anggota DPRD Kampar yang sekaligus anggota Dewan Pengawas Koppsa M, menilai produktivitas jagung masih bisa lebih ditingkatkan. Salah satu kuncinya itu adalah dalam pengolahan lahan yang lebih maksimal sehingga hasil panen bisa lebih memuaskan.

“Penggunaan mesin pembajak tanah ini kita harapkan dapat membantu petani dalam menyiapkan lahan. Kita mendukung langkah Koppsa M menggandeng empat Koptan un
dalam mengembangkan tanaman hortikultura,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *